SEMBILAN FEBRUARI
Oleh: Landung Simatupang
Empat tahun silam, seorang arkeolog yang pegawai negeri, bekerja di kantor pemerintah yang mengurus peninggalan kesejarahan & kepurbakalaan, ditemukan terkapar di selokan drainase di bilangan utara Jogja bersama sepedamotor tuanya.
Ia, Lambang Babar Purnomo, usianya mendekati usia pensiun PNS, wafat meninggalkan seorang istri dan empat anak.
Hari masih pagi benar ketika itu. Lambang dalam perjalanan pulang, sudah hampir sampai, seusai beramah-tamah dengan sejumlah teman sejawatnya di bagian lain Jogja.
Sedianya, pada hari setelah kejadian itu almarhum akan maju selaku saksi ahli dalam persidangan perkara kehilangan/pemalsuan beberapa benda pusaka koleksi Museum Radya Pustaka di Solo.
Beberapa waktu sebelumnya, Lambang juga melaksanakan tugas dari kantornya sehubungan dengan upaya pengambilan dan pengembalian beberapa benda pusaka budaya ke tempat yang seharusnya. Benda-benda itu kedapatan di rumah/bangunan pribadi seseorang di Jakarta.
Polisi menyatakan, kematian Lambang, yang pernah sangat akrab dengan saya dan teman-teman lain di komunitas Teater Gadjah Mada, akhir 1970an, adalah karena kecelakaan tunggal.
SEMBILAN FEBRUARI
SEMBILAN FEBRUARI
Leave a Reply



Dec 4th 2012 • 08:12
by bakul wedang
“saya sudah tidak tahu mana kawan dan mana lawan” itulah kata-kata lambang yg harus di cermati atas kepergiannya…. salam